Self Assessment Pajak: Indonesia dan Jepang
INDOPAJAK.ID, Jakarta – Indonesia dan Jepang menganut sistem self assessment pada sistem pajaknya. Bagaimana perbandingan antara keduanya? Indopajak telah merangkumnya untuk anda.
Latar Belakang
Sistem self assessment merupakan mekanisme pemungutan pajak yang memberikan kepercayaan kepada wajib pajak untuk menghitung, menyetor, dan melaporkan kewajiban pajaknya secara mandiri. Sistem ini dipilih karena dinilai lebih efisien, adaptif terhadap dinamika ekonomi, serta mendorong kesadaran pajak masyarakat. Indonesia dan Jepang sama-sama menerapkan sistem ini, namun pendekatan dan eksekusinya menunjukkan perbedaan yang signifikan.
Self Assessment Pajak di Jepang
Sistem self assessment merupakan mekanisme pemungutan pajak yang memberikan kepercayaan kepada wajib pajak untuk menghitung, menyetor, dan melaporkan kewajiban pajaknya secara mandiri. Sistem ini dipilih karena dinilai lebih efisien, adaptif terhadap dinamika ekonomi, serta mendorong kesadaran pajak masyarakat. Indonesia dan Jepang sama-sama menerapkan sistem ini, namun pendekatan dan eksekusinya menunjukkan perbedaan yang signifikan.
Self Assessment Pajak di Indonesia
Indonesia menerapkan self assessment berdasarkan UU KUP, dengan kewajiban pelaporan SPT Tahunan bagi seluruh Wajib Pajak Orang Pribadi dan Badan. Berbeda dengan Jepang, Indonesia menempatkan kewajiban administrasi sepenuhnya pada wajib pajak, baik karyawan maupun pelaku usaha. Kondisi ini sering kali menimbulkan tantangan berupa kesalahan pengisian, keterlambatan pelaporan, dan rendahnya kepatuhan formal.
Meskipun demikian, Indonesia terus melakukan reformasi untuk memperkuat sistem ini melalui digitalisasi dan pemanfaatan data.
Coretax di Indonesia
Tahun 2026 menjadi tonggak penting karena seluruh layanan perpajakan akan terpusat di Coretax, menggantikan DJP Online. Melalui Coretax, DJP mengintegrasikan pendaftaran, pelaporan, pembayaran, serta pengawasan pajak dalam satu sistem terpadu. Selain itu, DJP mulai menerapkan pre-populated tax return berbasis data bukti potong, e-Faktur, dan data pihak ketiga.
Dengan pendekatan ini, beban administratif wajib pajak diharapkan berkurang, sekaligus meningkatkan akurasi dan kepatuhan pelaporan.
Kelebihan dan Kekurangan Sistem Self Assessment Indonesia dan Jepang
Jepang unggul dalam penyederhanaan administrasi pajak karyawan dan stabilitas sistem. Namun, pengawasan terhadap penghasilan non-formal masih menjadi tantangan. Sebaliknya, Indonesia memiliki potensi pengawasan yang lebih luas melalui integrasi data nasional, tetapi masih menghadapi tantangan kesiapan sistem, literasi pajak, serta adaptasi wajib pajak terhadap Coretax.
Indopajak Sebagai Konsultan Pajak Terbaik Di Jakarta Barat
Kabar baik bagi para wajib pajak, tim indopajak berisi ahli-ahli terlatih yang sudah terbiasa menggunakan bahkan mengerti fitur-fitur coretax. Hal ini menjadikan indopajak salah satu konsultan pajak terbaik di Jakarta, khususnya jakarta barat. Indopajak siap membantu proses pelaporan SPT Tahunan baik itu wajib pajak orang pribadi atau badan.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, Jepang menunjukkan bahwa self assessment dapat berjalan efektif dengan dukungan sistem dan peran pemberi kerja. Sementara itu, Indonesia sedang berada pada fase krusial transformasi. Jika Coretax diimplementasikan secara konsisten dan disertai edukasi yang memadai, sistem self assessment Indonesia berpotensi menjadi lebih transparan, efisien, dan berkeadilan.
Jika Anda memiliki pertanyaan terkait pajak perusahaan, Anda bisa hubungi Indopajak dan gunakan kode IDPJKARTKL untuk konsultasi gratis.
